Salahsatu upaya melacak pesebaran virus yang mewabah adalah dengan contact tracking. Menurut Journal Healthcare Management Science, pelacakan kontak adalah sarana utama untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular seperti COVID-19, STDs, Ebola dan tuberculosis. Ini adalah konsep yang digunakan untuk mendeteksi jumlah orang yang terinfeksi yang telah melakukan kontak dekat dengan kasus positif penyakit ini.

Misalnya virus corona atau COVID-19, pandemi ini telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia karena sifatnya yang menular. Cara penularan infeksi adalah melalui kontak dekat dengan individu yang sudah terinfeksi virus. Orang-orang seperti itu adalah ancaman potensial karena mereka dapat menyebarkan virus ke kerumunan yang lebih besar tanpa mengetahui bahwa mereka membawa penyakit itu.

Konsep pelacakan kontak dimaksudkan untuk memberikan respons cepat kepada orang yang baru terinfeksi dan mengawasi mereka dengan cermat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Ketika pandemi dinyatakan, sangat penting untuk melakukan penelusuran mundur untuk memahami penyebaran. Bagaimana cara kerjanya?

Mengidentifikasi Kontak

Jika seseorang dikonfirmasi telah terinfeksi suatu virus, maka seseorang tersebut akan ditanya perihal aktivitas yang telah mereka lakukan dan dengan siapa saja mereka telah bertemu. Mulai dari keluarga, teman, hingga penyedia layanana kesehatan.

Mendata Kontak

Siapapun yang telah berhubungan langsung dengan orang nyang terjangkit virus, maka mereka juga memiliki potensi untuk tertular. Oleh karena itu, diperlukan pendataan kontak siapa saja yang telah bertemu dengan orang yang telah terjangkit virus. Jika mereka memiliki gejala terjangkit virus tersebut, maka diperlukan karantina diri baik dilakukan di rumah maupun rumah sakit.

Kontak tindak lanjut

Hal ini dilakukan agar tetap dapat memantau setiap orang yang telah masuk dalam data kontak serta untuk mengetahui kondisi terkini mereka.

Butuh waktu 7-14 hari untuk mengetahui apakah orang yang masuk dalam data memberikan tanda-tanda tertular COVID-19. Apabila terinfeksi, biasanya orang tersebut akan merasakan gejala seperti batuk, demam, atau sakit kepala. Namun saat ini, orang tanpa gejala (OTG) lebih potensial menyebarkan virus kepada orang lain.

Contact tracking cukup efektif untuk menekan peyebaran COVID-19 yang begitu cepat. Karena orang-orang yang memiliki presentasi tertular cukup besar, dapat segera mendapat penanganan baik secara pribadi maupun tenaga medis.

Bagiamana caranya agar kita lebih aman dari COVID-19? Yuk, di rumah aja!

Sumber : boldysky.com

(Ira Jalil_ Relawan Covid-19)

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *