Kutai Timur – Pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi baik secara global maupun lokal, dapat meluas dengan cepat. Sehingga setiap harinya terdapat peningkatan kasus positif Covid-19.

Indikasi saat ini, ada dua cara utama transmisi virus Covid-19, yakni melalui percikan (droplet) saluran pernapasan dan kontak. Percikan pernafasan dihasilkan saat seseorang batuk atau bersin. Setiap orang yang berada dalam kontak erat (radius 1 meter) dengan orang yang menunjukkan gejala gangguan pernapasan (batuk/bersin) berisiko terpapar percikan saluran pernapasan dan kemungkinan dapat menyebabkan infeksi (infeksius). Percikan juga dapat jatuh ke permukaan benda sehingga virus tetap aktif. Oleh karena itu, lingkungan sekitar dari orang yang terinfeksi dapat menjadi sumber penularan (penularan kontak).

Sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat menghindari melakukan kontak dengan orang lain baik secara langsung ataupun tidak. Meski di dalam rumah, kita masih melakukan kontak dengan anggota keluarga. Apalagi jika terpaksa harus keluar rumah, tentu kita akan bertemu dengan orang lain yang sudah pasti kita tidak tahu aktivitas orang tersebut. Dengan begitu, melindungi diri dan orang lain adalah kewajiban kita.

Salahsatu upaya yang dilakukan demi pencegahan Covid-19 adalah menggunakan masker. Selama pandemi Covid-19, siapa saja wajib menggunakan masker jika berada di luar rumah. Karena maraknya penggelapan masker di pasaran dengan jumlah kebutuhan yang meningkat, masker medis menjadi langka. Dengan kondisi seperti ini, pemerintah Indonesia menganjurkan penggunaan masker medis diprioritaskan bagi tenaga medis dan orang sakit saja. Sedangkan orang sehat, menggunakan masker kain yang bisa digunakan berulang kali dan tentu saja harus dicuci menggunakan air sabun agar tetap bersih.  

Kita tidak tahu siapa saja yang telah terpapar Covid-19. Meskipun secara umum ciri-ciri gejala Covid-19 adalah demam 38°, batuk kering, dan sesak nafas. Namun belakangan diketahui istilah OTG (Orang Tanpa Gejala). Menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona virus yang dikeluarkan oleh Kemenkes, OTG adalah seseorang yang tidak bergejala tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19. Selain itu, OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19. OTG ini lah yang harus kita waspadai. Karena tidak nampak ciri-ciri secara fisik pada OTG.

OTG berkontribusi besar pada penularan Covid-19. Di Kalimantan Timur, 14% OTG telah terkonfirmasi Covid-19. Dapat dibayangkan, orang yang tanpa gejala berbaur dengan lingkungan sekitar dan tanpa disadari menyebarkan virus kepada orang lain. Oleh sebab itu, orang sehat belum tentu benar-benar terhindar dari Covid-19.

Penggunaan masker ketika berada di luar adalah untuk melindungi diri dan sesama dari Covid-19. Saat batuk atau bersin, percikannya tidak  mengenai suatu benda atau orang lain. Dengan demikian, orang lain terlindungi. Karena bisa saja tanpa disadari, kita telah terpapar Covid-19. Begitu juga dengan orang lain. Ketika orang di sekitar kita batuk atau bersin dengan menggunakan masker, tentu kita telah dilindungi. Karena tidak menutup kemungkinan orang tersebut juga telah terpapar Covid-19.

Hal paling penting adalah menggunakan masker dengan benar. Penggunaan masker yang keliru justru meningkatkan risiko penularan. Jangan sentuh atau buka-tutup masker saat digunakan. Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan siapapun, jangan sentuh wajah dan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.

Ayo, gunakan masker jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah! Karena maskerku menjagamu, maskermu menjagaku. Sudah saatnya kita melindungi diri dan sesama.

(Ira Jalil_ Relawan Digital Covid-19)

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *